Scroll to Top
Lima Pasien Klaster Keluarga Sembuh
Posted by maxfm on 30th September 2020
| 1572 views
Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur, Dokter Chrisnawan Tri Haryantana Memberikan Keterangan Saat Jumpa Pers, Sabtu (16/05/2020) di Kantor Dinas Kesehatan Sumba Timur [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Lima pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur dari klaster keluarga semuanya dinyatakan sembuh setelah mendapatkan hasil pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) negatif. Kelima pasien ini sudah dipulangkan ke rumah masing-masing, namun kondisi kesehatan mereka masih tetap dalam pemantauan tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, dr. Chrisnawan Tri Haryantana menjelaskan hal ini saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (29/9/2020). Dijelaskannya lima pasien dari klaster keluarga ini mendapatkan hasil RT PCR negatif yang keluar dalam dua hari yakni, Senin (28/9/2020) dan Selasa (29/9/2020).

“Kemarin (Senin, 28/9/2020) tiga pasien yang hasilnya keluar dan negatif, lalu dua pasien lainnya keluar hari ini (Selasa, 29/9/2020) dan juga negatif,” jelasnya.




Dijelaskannya dengan keluarnya hasil RT PCR negatif dari Laboratorium Biomolekuler RSUD Prof Dr. W.Z. Johannes Kupang untuk lima pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster keluarga ini, kelima pasien ini sudah dapat dipulangkan ke rumah masing-masing, dengan tetap melanjutkan masa isolasi mandiri.

“Saya belum tahu persis apakah sudah dipulangkan atau belum, karena dari rumah sakit yang tahu persis. Tetapi seharusnya sudah dipulangkan,” urainya.




Dr. Chrisnawan yang juga juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur, mengingatkan kembali kepada masyarakat untuk tidak lalai dalam pelaksanaan protokol kesehatan guna meminimalisir penyebaran Covid-19 di Sumba Timur. Karena itu, baik warga yang sehat maupun yang sakit wajib menggunakan masker saat berada diluar rumah, dan juga rajin mencuci tangan hingga menjaga jarak aman.

“Kami tidak bisa melakukannya sendiri. Jadi marilah kita semua melindungi diri kita dengan pakai masker. Karena orang sakit memakai masker untuk tidak menularkan, sedangkan orang sehat memakai masker untuk melindungi dirinya tidak terpapar,” tegasnya.



Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, Jonker Telnoni, S.KM yang juga dihubungi melalui sambungan telepon menjelaskan dari total sampel yang dikirim dalam tiga kali pengiriman sebanyak 130 sampel, hasilnya Senin (28/9/2020) keluar hasil untuk 23 sampel dengan semua hasilnya negatif, termasuk tiga pasien dari klaster keluarga.

Selanjutnya Selasa (29/9/2020) keluar lagi 55 hasil dengan rincian 54 negatif termasuk dua pasien dari klaster keluarga. Sedangkan satu pasien lainnya dari Kecamatan Matawai La Pawu hasilnya masih positif. Karena itu, totalnya lima pasien dari klaster keluarga yang berdomisili di Kecamatan Kota Waingapu dinyatakan sembuh dan dapat dipulangkan.



“Kita bersyukur juga karena semua anggota TNI kita sebanyak 62 sampel semuanya sudah keluar dan hasilnya semua negatif,” urainya.

Ditambahkannya, pihaknya sudah melakukan pelacakan terhadap warga masyarakat Sumba Timur di Desa Kadahang, Desa Mondu, dan Pambotanjara yang tercatat memiliki kontak erat dengan pegawai BPOM Kupang yang terkonfirmasi positif Covid-19 setelah menjalankan tugas pengawasan pangan di Sumba Timur.



“Kita sudah ambil sampel dari Mondu, Kadahang dan juga Pambotanjara yang totalnya lebih dari 180 sampel untuk nantinya kita kirim ke Kupang hari Kamis (1/10) untuk diperiksa,” jelasnya.

Menurutnya tim surveilance masih akan mengambil sampel swab dari satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumba Barat yang sempat memiliki kontak dengan salah satu anggota keluarganya di Sumba Timur, dan juga beberapa pelaku perjalanan dari luar daerah yang memiliki kontak erat dengan keluarga yang positif di daerah asal, maupun karena hasil rapid tes nya reaktif saat hendak kembali ke daerah asal.




“Semua informasi kita terima dan lakukan pengecekan untuk memastikan kontak erat yang harus kita waspadai, kita ambil swabnya agar kita pastikan semua aman saat melakukan perjalanan,” tandasnya.(ONI)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons