Scroll to Top
Anak, Menantu dan Cucu Pasien 13 Juga Positif
Posted by maxfm on 7th September 2020
| 4374 views
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, dr. Chrisnawan Tri Haryantana saat Jumpa Pers di Aula Dinkes Sumba Timur, Selasa (07/09/2020) [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Anak, menantu dan satu orang cucu dari pasien terkonfirmasi positif Covid-19 nomor 13 juga terkonfirmasi positif Covid-19, sesuai hasil pemeriksaan real time PCR di Laboratorium Biomolekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Hasil ini diperoleh dari 55 sampel yang keluar hasilnya hari ini, Senin (07/09/2020).

Hal ini disampaikan Juru bicara percapatan penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur, dr. Chrisnawan Tri Haryantana dalam jumpa pers yang berlangsung di aula kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, Senin (7/9/2020). Dijelaskannya ketiga pasien terkonfirmasi positif Covid-19 terbaru ini diminta untuk mwlakukan isolasi mandiri secara lebih tertib di rumah.

“Untuk alasan kemanusiaan belum kita lakukan penjemputan untuk dilakukan isolasi di ruang isolasi RSUD URM Waingapu,” jelasnya.



Dijelaskannya dengan keluarnya 55 sampel ini berarti total sampel yang sudah keluar hasilnya adalah sebanyak 80 sampel dari 109 sampel yang dikirim Kamis (03/09/2020) lalu dengan rincian 55 sampel ini 52 negatif dan tiga lainnya positif. Karena Sabtu (05/09/2020) lalu sudah keluar 25 sampel dengan hasilnya semua negatif. Sementara itu 29 sampel lainnya masih belum ada hasil.

Dr. Chrisnawan yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur ini menambahkan alasan kemanusiaan yang memaksa pihaknya untuk belum menjemput ketiga pasien terkonfirmasi positif Covid-19 ini untuk diisolasi di RSUD URM Waingapu karena ada lima orang dalam keluarga tersebut yang diambil dan dikirim sampelnya, namun dengan keluarnya 80 sampel ini, baru empat sampel yang keluar hasilnya, sedangkan satu sampel belum ada hasil.



“Tiga sampel positif, satu sampel yang adalah suami dari pasien 13 hasilnya negatif, sedangkan ada anak umur dua tahun yang belum keluar hasilnya. Jadi kita putuskan untuk tunda penjemputan ketiga pasien ini ke rumah sakit,” jelasnya.

Walau demikian, menurutnya keputusan untuk memberikan pengetatan isolasi mandiri bagi ketiga pasien ini tidak hanya karena alasan kemanusiaan tersebut. Karena dalam perubahan tata laksana gugus tugas penanganan Covid-19 yang terbaru juga menegaskan jika kondisi pasien positif Covid-19 tanpa gejala sesak nafas dan gangguan kesehatan lainnya dan dijamin dapat melakukan isolasi mandiri dengan ketat, tetap diijinkan dilakukan isolasi mandiri.




“Kalau ada gejala klinis, apalagi sesak nafas baru wajib dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit,” urainya.

Ditambahkannya, kepedulian dan kerja sama yang baik dari semua elemen masyarakat menjadi penting untuk bersama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Sumba Timur. Karenanya dalam adaptasi kebiasaan baru saat ini masyarakat diminta untuk makin patuh terhadap protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah, untuk menghindari adanya penularan yang makin luas.




“Arus transportasi saat ini sudah sangat terbuka sehingga kita harus bisa lebih tertib pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Karena saat kita bersama peduli, kita bisa melawan Covid-19,” tandasnya.(TIM)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons