Scroll to Top
Tim Saber Covid-19 Hentikan Penyemprotan Disinfektan
Posted by maxfm on 28th Juli 2020
| 351 views
Tim Saber Covid-19 Sumba Timur Saatmelakukan penyemprtan disinfektan di Bandara UMK [Foto Dokumentasi Tim Saber Covid-19 Sumba Timur]

MaxFM, Waingapu – Tim saber Covid-19 bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumba Timur yang menjadi bagian dalam gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur menghentikan penyemprotan disinfektan di pintu-pintu kedatangan di Sumba Timur sejak Sabtu (25/7/2020). Selanjutnya untuk pihak Bandara maupun pelabuhan diminta untuk melakukan penyemprotan secara mandiri.




Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumba Timur, Mikael Jaka Laki menyampaikan hal ini melalui sambungan telepon, Senin (27/7/2020). Dijelaskannya keputusan penghentian penyemprotan rutin di pintu-pintu masuk ini diambil karena ketersediaan bahan disinfektan yang makin berkurang di BPBD Kabupaten Sumba Timur.

Dijelaskannya BPBD Kabupaten Sumba Timur bersama tim saber Covid-19 Kabupaten Sumba Timur mulai melakukan penyemprotan disinfektan di pintu-pintu masuk Sumba Timur dan juga fasilitas-fasilitas publik di Kota Waingapu dan sekitarnya sudah dilaksanakan sejak akhir Maret 2020 hingga Sabtu (25/7/2020). Namun untuk sementara penyemprotan yang secara rutin dilakukan setiap ada penerbangan maupun pelayaran yang masuk ke Sumba Timur.




Walau demikian, Mikael menjelaskan penghentian penyemprotan disinfektan di pintu-pintu masuk Sumba Timur ini bukan penghentian penyemprotan total. Namun sifatnya sementara dan masih akan dilihat perkembangan situasi penyebaran Covid-19 di Sumba Timur.

“Kita setiap sementara sambil melihat ke depan perkembangannya seperti apa,” jelasnya.

Lebih lanjut Mikael mengungkapkan, pihaknya bersama tim saber Covid-19 Kabupaten Sumba Timur tetap siap untuk melakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum seperti rumah ibadah, pasar dan juga area publik lainnya yang menjadi tempat pertemuan banyak orang setiap harinya. Namun penyemprotan disinfektan ini juga tetap melihat perkembangan ke depan dan juga permintaan dari masyarakat.

“Kalau masjid, gereja atau tempat lainnya yang tidak bisa melakukan penyemprotan disinfektan sendiri, bisa mengajukan ke BPBD untuk kami bantu,” jelasnya.

Untuk memastikan area-area publik terutama pasar yang mempertemukan masyarakat dalam jumlah banyak setiap harinya, Mikael menguraikan pihaknya akan melihat ketersediaan bahan disinfektan yang ada untuk nantinya bisa mengatur jadwal penyemprotan lagi di pasar-pasar dan ruang-ruang publik yang dianggap rentan menjadi tempat penyebaran Covid-19.



“Kita tetap khawatirkan di pasar, terutama pelaku perjalanan. Karena kalau ke pasar dan bertemu dengan banyak orang, kita khawatirkan bisa terjadi transmisi lokal dan lainnya. Jadi kita akan lihat untuk bisa melakukan penyemprotan disinfektan di minggu-minggu depan ini,” tandasnya.(TIM)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons