Scroll to Top
Tambah Dua Kasus, Belum Masuk Kategori Transmisi Lokal
Posted by maxfm on 20th Juni 2020
| 1034 views
Kadis Kesehatan Sumba Timur Dokter Chrisnawan Tri Haryantana [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Kabupaten Sumba Timur kembali mengalami peningkatan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 menjadi 10 kasus, berdasarkan hasil pemeriksaan real time PCR di Laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, Sabtu (20/6/2020).



Tambahan dua kasus ini, terdiri dari satu orang dari klaster Solo, sedangkan satu lainnya merupakan tenaga medis di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, yang merupakan kontak pertama dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebelumnya, sehingga belum dapat dikatakan sebagai transmisi lokal.

Juru bicara penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur, dr. Chrisnawan Tri Haryantana menyampaikan hal ini dalam jumpa pers di Aula kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, Sabtu (20/6/2020) malam. Dijelaskannya berdasarkan teori survailens tambahan dua Pasien Positif Covid-19 ini belum bisa dikategorikan sebagai transmisi lokal.




“Teorinya baru disebut transmisi lokal kalau sudah pada kontak kedua. Dan kasus kita yang kita sebut sebagai kasus 10 itu adalah kontak pertama dengan pasien positif Covid-19 sebelumnya saat bertugas, karena yang bersangkutan adalah tenaga kesehatan di RSUD URM Waingapu,” jelasnya.

Sementara itu untuk kasus 09, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur ini menjelaskan yang bersangkutan adalah mahasiswa kesehatan yang kuliah di Semarang, dan baru kembali ke Waingapu 11 Juni 2020 lalu. Namun sebelum ke Waingapu, yang bersangkutan masih singgah di Solo, sehingga disebut sebagai klaster Solo.




Dijelaskannya, yang bersangkutan datang menggunakan Kapal Egon dan mengantongi surat pemeriksaan rapid test negatif. Tetapi beberapa hari kemudian karena mengalami keluhan sakit tenggorokan sehingga berkonsultasi ke Puskesmas Kambaniru dan ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP). Kemudian yang bersangkutan diminta melakukan isolasi mandiri dan setelah diambil sampel swab nya ternyata positif.

“Setelah hasilnya positif tadi, tim langsung jemput yang bersangkutan dan sekarang sudah di ruang isolasi RSUD URM Waingapu,” jelasnya.



Mengenai pengiriman sampel swab dari para tenaga medis di RSUD URM Waingapu, dr. Chrisnawan menjelaskan hal ini merupakan bagian dari kewaspadaan untuk memastikan para dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya yang bekerja di ruang isolasi RSUD URM Waingapu juga tetap bekerja dalam keadaan sehat dan tidak terpapar.

“Kita sudah kirimkan secara bertahap dan yang sebelumnya semuanya negatif. Namun dengan adanya satu orang positif ini, tentunya akan menjadi bahan evaluasi teman-teman di rumah sakit,” jelasnya.



Dr. Chrisnawan juga menjelaskan informasi dsri tim gugus tugas penanganan Covid-19 Provinsi NTT yang menjelaskan ada penambahan pasien sembuh di Sumba Timur adalah kurang tepat, karena pasien 03 yang dinyatakan sembuh tersebut baru satu kali hasil swab negatif, sehingga masih dibutuhkan satu kali hasil negatif lagi untuk dinyatakan sembuh.

“Tadi beliau tanya saya data alamatnya, kebetulan saya tidal pegang datanya jadi ada kesalahan penjelasan. Saya akan segera komunikasikan agar datanya bisa tetap searah,” tandasnya.



Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, Jonker Telnoni dalam kesempatan tersebut menambahkan pihaknya sudah melakukan langkah cepat dengan melakukan tracing terhadap sejumlah perawat dan dokter yang menjadi tim kerja di RSUD URM Waingapu dan sampelnya sudah langsung diambil dan sudah dikirim ke laboratorium Biomolekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang untuk dilakukan pemeriksaan.

“Kita tadi (Sabtu, 20/6/2020) sudah kirim lagi sampel sebanyak 26 sampel, termasuk dua Pasien Positif sebelumnya, ditambah dengan 24 orang yang berhasil kita tracing dan ambil sampelnya tadi. Besok kita akan lanjutkan kepada mereka yang belum,” urainya.(ONI).



Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons