Scroll to Top
Pasien Positif Covid-19 di Sumba Timur Dua Orang
Posted by maxfm on 16th Mei 2020
| 1177 views
Juru bicara penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur, dr. Chrisnawan Tri Haryantana dan Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur, Domu Warandoy. (FOTO: ONI)

MaxFM, Waingapu – Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur berdasarkan hasil pemeriksaan sampel swab yang dikirim ke laboratorium Biomolekuler RSU Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, Sabtu (9/5/2020) lalu, dari tujuh sampel yang sudah diperiksa, hasilnya ada tambahan satu sampel swab yang terkonfirmasi positif Covid-19. Karena itu, jumlah pasien positif Covid-19 di Sumba Timur menjadi dua orang.




Juru bicara penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur, dr. Chrisnawan Tri Haryantana menjelaskan hal ini dalam jumpa pers yang dilakukan di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, Jumat (15/5/2020) malam. Dijelaskannya, dari 17 sampel yang dikirim ke laboratorium Biomolekuler RSU Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, baru tujuh yang sudah ada hasilnya, sedangkan 10 lainnya masih dalam antrian pemeriksaan.

Dijelaskannya 17 sampel yang dikirim ke laboratorium Biomolekuler RSU Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang ini merupakan pengambilan sampel kedua untuk 10 Pasien isolasi di RSUD URM Waingapu, asal Sekolah Tinggi Teologia (STT) Sangkakala Jakarta. Karena sebelumnya sampel 10 orang ini dikirim ke laboratoriun Litbangkes Jakarta tangga 28 April 2020 lalu.




“Hasil sampel pertama yang kita kirim ke Jakarta, saru orang yang positif, sedangkan yang ke Kupang ini, kita kirim 17 sampel dan baru tujuh yang sudah ada hasilnya, sedangkan 10 lainnya masih kita tunggu,” jelasnya.

Walau demikian, dr. Chrisnawan yang juga adalah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur ini menjelaskan, dari tujuh sampel yang sudah ada hasilnya dari Laboratorium RSU Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, satu diantaranya adalah sampel pasien positif Covid-19 01 Sumba Timur, yang hasilnya sudah berkembang baik menjadi negatif. Namun karena sesuai tatalaksana penanganan Covid-19, seseorang baru bisa dikatakan negatif atau sehat dari Covid-19 setelah mendapatkan hasil negatif dua kali pemeriksaan swab, sehingga secara akumulatif Sumba Timur tetap mencatat dua kasus positif.



“Kita masih berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berwenang, termasuk dengan pemerintah provinsi untuk waktu penjemputan sampel dari Sumba lagi, agar kita bisa ambil lagi sampel dari para pasien ini,” jelas dr. Chrisnawan.

Sedangkan mengenai adanya informasi penanganan pasien isolasi di RSUD URM Waingapu, bahwa ada empat pasien isolasi berada dalam satu ruangan isolasi, dr. Chrisnawan mengaku tidak mengetahui secara pasti penanganan pasien isolasi di RSUD URM Waingapu. Namun seharusnya sebagai pasien isolasi, sesuai protapnya setiap pasien harus berada di ruangan tersendiri agar meminimalisir kontak dengan orang lain secara langsung.



“Tentunya ruang isolasi itu ada protapnya, tidak boleh ada kontak dengan orang lain. Tetapi nanti silahkan dikonfirmasi langsung ke direktur rumah sakit,” jelasnya.

Ketua pelaksana percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur, Domu Warandoy, SH., M.Si pada kesempatan tersebut mengaku pihaknya sudah mengambil langkah-langkah antisipasi lebih tegas kepada masyarakat, agar lebih tertib menjalankan protokol kesehatan yang ada, termasuk menggunakan masker saat terpaksa keluar rumah. Karena itu, pihaknya dalam tiga hari terakhir melakukan penertiban penggunaan masker bagi masyarakat yang beraktivitas diruang publik.




“Sudah sekitar 90 persen masyarakat kita sadar akan pentingnya masker. Tetapi baru sekitar 70 persen yang pakai, sedangkan 20 persennya hanya bawa masker dan masih disimpan di saku, di kantong, atau di tas. Jadi kita masih perlu terus ingatkan masyarakat,” urainya.(ONI)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons