Scroll to Top
Dirawat Sekamar Tidak Otomatis ada Infeksi Silang
Posted by maxfm on 18th Mei 2020
| 1647 views

“Hasil penelitian menunjukkan penyebaran virus Covid-19 sangat rendah di dalam ruangan. Kecuali di lantai kamar mandi dan closed serta ruang ganti tenaga medis. Jadi tidak mungkin pasien masuk kamar mandi, kasih dekat hidungnya ke lantai,” jelasnya.

Sedangkan mengenai adanya hasil positif swab dari enam orang yang diisolasi di RSUD URM Waingapu, pada waktu pengambilan sampel kedua, padahal mereka sudah menjalani masa isolasi selama 16 dan 17 hari sejak tiba di Waingapu, dr. Benny Tambunan, Sp. PK., menjelaskan masa hidup virus Covid-19 dalam tubuh manusia, sesuai dengan hasil penelitian juga menunjukkan ada kasus yang bisa bertahan virusnya dalam tubuh manusia hingga dengan 38 hari.



Dr. Benny juga mengaku media simpan, suhu udara, dan juga waktu pengambilan hingga pemeriksaan di laboratorium ikut mempengaruhi hasil pemeriksaan. Karena itu, menurutnya hasil swab yang diperiksa di Litbangkes Jakarta, dengan hanya satu hasil positif diduga terlalu lama waktu simpan atau suhu yang tidak mendukung, sehingga sampel virusnya pecah dan hasilnya menjadi positif palsu.

“Suhunya harus berada pada 2-8⁰, dan sampel swab itu paling lama lima hari sejak diambil sudah harus diperiksa di laboratorium. Sedangkan kalau sampel dahak itu sudah harus diperiksa dalam waktu dua hari sejak diambil,” jelasnya.

Ketua pelaksana Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur, Domu Warandoy, SH., M.Si pada kesempatan tersebut mengaku kondisi penggabungan pasien dalam satu ruangan yang terjadi di RSUD URM Waingapu harus menjadi perhatian untuk diupayakan penambahan ruangan, guna terjadi pemisahan pasien yang satu dengan pasien lainnya.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons