Scroll to Top
Puncak Musim Hujan Februari – Maret 2020 di Sumba Timur
Posted by maxfm on 30th Januari 2020
| 1362 views

Padahal menurut Yeni untuk bisa terkumpul banyaknya awan diatas lapisan 700 milibar untuk dapat menyebabkan hujan, kandungan kelembaban udara itu harus mencapai diatas 70 persen, sehingga bisa terkumpul banyaknya awan yang dapat menyebabkan hujan atau awan cibi atau awan hitam yang tinggi. Situasi ini diprakirakan akan berlangsung hingga satu-dua hari ke depan, dan sangat bergantung pada perubahan tekanan rendah atau siklon di perairan utara Australia. “Sebenarnya kalau normal, dia normal. Tetapi dipengaruhi oleh ini saja. Jadi kalau ini sudah hilang, kita hujan lagi kembali,” urainya.

Walau demikian, Yeni mengakui kemungkinan adanya hujan lokal di Sumba Timur tetap ada, yang disebabkan oleh adanya pelambatan udara saat membawa awan. “Ini bisa mengakibatkan kerugian, tetapi juga bisa keuntungan. Jadi kerugiannya itu tadi kita disoni jadi kering. Kalau keuntungannya itu kalau terjadi belokan angin. Jadi ibarat saat kita berkendara, sampai di tikungan pasti kita akan melambat. Jadi disitulah akan ada kemungkinan hujan lokal,” jelasnya.




Kepala BMG Stasiun Umbu Mehang Kunda Waingapu, Elias Limahelu menambahkan, pergeseran curah hujan yang terjadi saat ini disebabkan oleh pemanasan global yang sudah terjadi di dunia saat ini. Karenanya selalu ada cuaca yang ekstrim, antara panas yang ekstrim atau hujan yang ekstrim dikarenakan adanya perubahan suhu udara di bumi yang dapat berubah kapan saja.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons