Scroll to Top
Angin Kencang Robohkan Tiga Pohon Kehi, Dino Kritis
Posted by maxfm on 13th Januari 2020
| 650 views
Petugas Medis pada RSUD Umbu Rara Meha Waingapu saat mendorong Dino kembali ke UGD. (Foto: ONI)

MaxFM, Waingapu – Angin kencang yang melanda Kota Waingapu dan sekitarnya, Minggu (12/1) mengakibatkan tiga pohon Kehi di kilometer lima arah Waikabubak, tepatnya di depan Koramil Kota Waingapu tumbang. Satu dari tiga pohon ini menimpa Rafael Ronaldino (12), alias Dino yang mengakibatkannya kritis. Dino langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umbu Rara Meha Waingapu untuk mendapatkan pertolongan insentif.

Peristiwa naas yang menimpa warga RT/RW 14/12, Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur ini terjadi sekitar pukul 10:10 Wita, saat Dino sedang menyusun botol-botol berisi bensin pada tempat jualan ibunya, Dino sempat berusaha menyelamatkan diri, namun terhalang kabel Telkom yang ikut merendah dengan robohnya pohon pertama, sehingga kemudian tertimpa dahan pohon berikutnya.

Ibunda Dino, Romana Muga Dongi (45) kepada MaxFm di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, Minggu (12/1) menjelaskan pada saat kejadian, dirinya sedang membersihkan daun kelor untuk dimasak di tempatnya berjualan sayur, tepatnya di pertigaan depan Koramil Kota Waingapu.




Sementara putra tunggalnya Dino, baru saja tiba menyusulnya dari rumah dan sedang membantu menyusun botol-botol bensin untuk dijual. Namun tidak lama berselang, Romana mendengar bunyi derak pohon yang akan tumbang, sehingga dirinya berteriak menyuruh anaknya untuk lari menjauh.

“Saya dengar bunyi pohon mau tumbang jadi saya teriak, Dino untuk lari dan saya juga lari ke jalan. Tetapi Dino terhalang kabel wi-fi. Jadi dia masih angkat kabel itu untuk bisa lari, pohon kedua tumbang sehingga kena dia,” jelas Romana.

Romana sendiri tidak memiliki mimpi buruk atau mendapatkan firasat anaknya akan mendapatkan musibah ini, sehingga dirinya berharap anak semata wayangnya tidak mengalami luka yang terlalu serius, sehingga bisa kembali pulih setelah mendapatkan perawatan medis.

“Kami ini orang susah, dan jujur saya tidak ada uang di tangan sekarang. Karena habis belanja sayur dan bensin untuk jualan, dan saat kejadian belum ada yang laku (terjual). Jadi saya masih telepon adik di Bajawa untuk bantu kami,” urainya dengan nada sendu.




Sementara itu Direktris RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, dr. Lely Harakai yang dikonfirmasi MaxFm melalui pesan WhatsApp, Minggu (12/1) petang menjelaskan, berdasarkan laporan dari dokter penanggung jawab pasien yang menangani Dino, kondisinya saat diterima di UGD RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, dalam kondisi kesadaran yang cukup rendah. Namun sirkulasi udara ke otak masih cukup stabil. Menurutnya Dino juga mengalami pendarahan yang cukup serius, sehingga harus dilakukan penyetoran darah yang keluar daei mulut dan hidungnya untuk menghindari keringnya darah pada saluran pernapasan.

“Kondisi pasien diterima dalam keadaan tidak sadarkan diri, karena ada darah keluar dari hidung dan mulut, sehingga dilakukan penanganan darurat, termasuk menyedot darah dari mulut sebanyak 1250 mili liter. Kemudian dipasang selang untuk memperlancar pernapasan, dan memberikan tekanan untuk meningkatkan kinerja jantungnya,” jelas Lely.

Ketua RT 14, RW 12, Kelurahan Temu, Agustinus Bulu (51) secara terpisah kepada VN di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, Minggu (12/1) mengaku pada saat kejadian dirinya tidak tahu persis, karena dirinya sedang beristirahat. Karena itu pada saat bangun tidur sekitar pukul 14:00 Wita dan membuka ponselnya, barulah dirinya melihat foto salah satu warganya tersebut, sehingga langsung menyusul ke RSUD Umbu Rara Meha Waingapu.

“Saya tidak tahu persis peristiwanya seperti apa karena saya sedang istirahat dan baru bangun sekitar jam 2 (pukul 14:00 Wita). Kemudian saya aktifkan paket data di handphone saya, baru saya lihat dan ternyata warga saya, sehingga saya ikut datang kesini (RSUD Umbu Rara Meha Waingapu). Tetapi memang dilokasi itu pohon nya sudah tua dan ada genangan air sehingga mungkin itu yang membuat akar pohonnya rapuh dan mudah roboh setelah diterpa angin kencang,” jelasnya.



Pantauan MaxFm Minggu (12/1) jumlah pohon Kehi yang tumbang dalam peristiwa ini sebanyak tiga pohon, yang kemudian Babinsa Koramil Kota Waingapu, Babinkamtibmas beserta petugas BPBD Kabupaten Sumba Timur, dan warga masyarakat sekitar bergotong royong memotong dan menyingkirkan batang pohon tersebut dari badan jalan.

Sementara di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, selain keluarga Dino, sejumlah warga sekitar dan kenalan juga ikut ke rumah sakit, dan berempati terhadap musibah yang dialami Dino dengan membantu mengurus sejumlah keperluan Dino.(ONI)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons