Scroll to Top
Begini Cara Menyiapkan Trombosit Bagi Pasien DBD
Posted by Heinrich Dengi on 7th Februari 2019
| 368 views
Penanggung Jawab UTD RSUD Umbu Rara Meha – dr. Maria Hera, Sp.PK [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Pemerintah Daerah Sumba Timur Sudah mentapkan kasus demam berdarah sebagai Kejadin Luar Biasa.

Salah satu kebutuhan yang mendesak untuk penderita Demam Berdarah Dengue DBD adalah darah untuk didonorkan ke penderita.

Penanggung jawab Unit Transfusi Darah UTD Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Umbu Rara Meha dokter Maria Hera Ahli Patologi Klinik mengatakan biasanya untuk pasien yang terkena DBD ada permintaan khusus dari dokter yang merawat kepada team kerja di UTD RSUD URM untuk menyiapkan trombosit yang akan ditransfusikan kepada penderita.

Kantong Darah Yang Digunakan Untuk Bagian Darah yang Dipisahkan Sekaligus Ada 2 Kantong [Foto: Heinrich Dengi]

“Karena TC (red. trombosit) itu kami tidak buat dalam jumlah banyak, umur TC sangat pendek, dia dibuat dari darah segar lalu umurnya dia cuma 5 sd 6 hari, jadi kalau kita buat banyak takutnya tidak terpakai trus kita buang, sementara 1 kantong ini harganya lumayan, selain kita hitung kantong kita hitung segala peralatan dan reagen yang kita pakai untuk screening darah, kalau darah terbuang dalam 5 hari kan rugi, maka kalau TC kami made by order, artinya klinisinya order dulu baru kami buat seehingga tidak terbuang,” jelas penanggung jawab UTD Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Umbu Rara Meha dokter Maria Hera Spesialis Patologi Klinik kepada maxfmwaingapu.com

Masih kata dokter Maria Hera Ahli Patologi Klinik, UTD RSUD Umbu Rara Meha sudah bisa memisahkan trombosit dari keselurahn darah yang didonorkan.

Dr. Maria Hera, Sp.PK :

“Berat dari setiap sel darah ini berbeda, perdasarkan perbedaan berat dara inilah maka komponen darah itu bisa dipisahkan, kalau kami di sini (UTD RSUD URM) sudah punya sentrifugasi untuk memisahkan PRC dengan TC, jadi TRCnya bisa pisah, TCnya bisa pisah dan plasmanya juga bisa terpisah.”

Pemisahan Komponen Darah di Alat Khusus Dengan Prinsif Kerja Berputar Dengan Kecepatan Tertentu Yang Sudah diatur Sebelumnya [Foto: Heinrich Dengi]

HDD : Dokter kenapa darah darus dipisah?

Dr. Maria Hera, Sp.PK :

“Tergantung kebutuhan pasien, jadi contohnya kayak kasus demam berdarah, kebutuhan pasien tidak butuh PRC, tetapi karena kebocoran plasma dan perdarahan maka dibutuhkan adalah plasma darah dan trombocit, jadi kalau kita masukkan whole blood satu pada saat kita masukan wholeblood memberikan pembebanan pada jantung, karena kit amasukan dalam volume jumlah yang lebih besar, kebutuhan psien beda-beda, ccontoh pasien DHF mereka hanya butuh plasma darah dan TC ( red. Trombocit ), kemudian keuntungan lainnya adalah satu pendonor kalau kita pisahkan per komponen satu pendonor bisa bisa molong 3 orang, misalnya contoh satu orang pendonor golongan darah AB, kebetulan pada hari yang sama satu orang ibu melahirkan membutuhkan golongan darah AB butuh sel darah merah (PRC), lalu ad asatu anak juga yang sementara DHF dan butuh TC, ada satu juga yang DHF yang butuh plasma, maka Ibu ini bisa dapat dari si pendonor ini bisa dapat PRC, bisa dapat TC untuk si aak dengan DHF, bisa dapat plasma untuk si anak dengan DHF, jadi 1 pendonor bisa menolong lebih dari 1 orang.”

Peralatan Penyimpanan Trombissit Yang Terus Bergerak [Foto: Heinrich Dengi]

Lanjut Penanggung jawab Unit Transfusi Darah UTD Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Umbu Rara Meha dokter Maria Hera Ahli Patologi Klinik, untuk memisah trombosit dari keseluruhan darah dilkukan dengan alat khusus, prisipnya kata dokter Maria Hera, Sp.PK., bagian-bagian darah memiliki berat yang berbeda, karena itu untuk memisahkannya di UTD menggunakan alat yang bisa diatur kecepatan sentrifugalnya (memutar/ melingkarnya) dengan sendirinya sel darah merah (PRC), plasma dan trombosit (TRC).

Kemudian bisa tidak langsung digunakan trombosit yang sudah dipisahkan masih bisa disimpan disimpan di alat khusus yang selama penyimpanan sekitar 5 hari alat terus bergerak, karena bila disimpan diam tanpa bergerak trombosit akan segera rusak.

Tempat Menyimpan Darah Yang DIberikan Pendonor [Foto: Heinrich Deengi]

Dari penelusuran maxfmwaingapu.com serangan DBD sudah merenggut 8 nyawa, 1 penderita diduga menginggal karena DBD oleh keluarga meskipun belum sempat didiagnosa di sarana kesehatan sehingga total meninggal 9 orang dan lebih dari 300 pasien terserang Demam Berdarah Dengue di Sumba Timur.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons