Scroll to Top
Multidrug Resistant Tuberculosis
Posted by maxfm on 15th Agustus 2018
| 1457 views




Rekomendasi WHO 2016 terkait MDR-TB bertujuan untuk mempercepat deteksi dan meningkatkan hasil pengobatan, melalui penggunaan tes diagnostik cepat baru, rejimen pengobatan yang lebih pendek, dan lebih murah. Dengan biaya kurang dari US $ 1.000 per pasien, rejimen pengobatan baru dapat diselesaikan dalam 9-12 bulan. Tidak hanya lebih murah daripada rejimen saat ini, tetapi juga diharapkan untuk meningkatkan hasil pengobatan dan berpotensi menurunkan kematian, karena kepatuhan minum obat yang lebih baik dan mengurangi kejadian putus obat.

Manajemen Terpadu atau Programmatic Management of Drug Resistant TB (PMDT) meliputi diagnosis MDR-TB harus dengan menggunakan kultur dan uji kepekaan obat di laboratorium yang tersertifikasi dan pengobatan MDR-TB dilakukan oleh Tim Ahli Klinis di RS Rujukan MDR-TB. Selain itu, pelayanan dilakukan di fasilitas layanan rawat jalan secara penuh, kecuali jika kondisi klinis pasien memburuk dan terdapat keputusan tim ahli klinis untuk dilakukan rawat inap. Juga pengawasan menelan obat secara langsung setiap hari, oleh petugas kesehatan.

MDR-TB perlu diantisipasi secara paripurna, agar tidak semakin meningkat dan mematikan, tidak hanya pada pasien TB dengan HIV, tetapi juga pada pasien anak.
[FX. Wikan Indrarto, Dokter Spesialis Anak, Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, Lektor FK UKDW, Alumnus S3 UGM]

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons