Scroll to Top
BEBAS RABIES
Posted by maxfm on 18th Desember 2017
| 4127 views

PEP adalah suatu program vaksinasi yang melindungi terhadap rabies, setelah terkena gigitan binatang. PEP terdiri dari suntikan immunoglobulin (HRIG) atau antibodi terhadap virus rabies ke dalam luka, dan serangkaian vaksinasi rabies Verorab lanjutan. Human Rabies Immunoglobulin (HRIG) mengandung protein manusia, 40-180 g/L dengan sedikit 95% adalah IgG. Konsentrasi IgG spesifik terhadap virus Rabies tidak kurang dari 150 IU/mL dalam botol nominal 500 IU. HRIG yang beredar di Indonesia adalah ImogamĀ® Rabies-HT atau HyperRab TM S/D. Cara Pemakaian HRIG adalah dengan suntikan infiltrasi lokal sekeliling luka gigitan, sisa RIG bisa disuntikan IM ditempat yang jauh dari tempat suntikan vaksin anti rabies Jumlah, dosis dan jadwal vaksin mungkin berbeda-beda, tetapi pada umumnya 1 dosis pada setiap hari ke 0, 3, 7, 14 dan 28 setelah gigitan. Agar PEP efektif, haruslah mencakup keduanya, yaitu vaksinasi dan pengobatan immunoglobulin (HRIG). Pada orang yang telah menerima PrEP, masih perlu hanya dua dosis tambahan vaksin, yaitu pada hari ke 0 dan 3 setelah paparan, dengan tidak perlu suntikan immunoglobulin (HRIG). Efek samping vaksinasi rabies serius sangat jarang terjadi dan risiko kematian akibat rabies, jauh lebih tinggi dibandingkan masalah efek samping vaksinasi.



Melalui vaksinasi anjing massal dan akses yang lebih baik terhadap PEP, Thailand telah mengurangi jumlah kasus rabies manusia lebih dari 90% sejak tahun 1980an, sesuai misi Thailand untuk melenyapkan rabies manusia lebih awal, yaitu pada tahun 2020. Negara ini sedang mengembangkan dan menerapkan strategi pengendalian rabies baru, seperti pemberian vaksin intradermal atau suntikan ke dalam kulit untuk manusia. Vaksinasi intradermal aman, efektif dan 60-80% lebih murah daripada PEP intramuskular atau suntikan ke dalam otot di bawah kulit. Thailand telah membuat kemajuan yang signifikan dan mencari cara untuk memvaksinasi 70% dari semua anjing, dengan unit mobile yang pergi ke mana saja dan mengelola populasi anjing dan kucing di negara tersebut, untuk mengurangi rabies.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons