Scroll to Top
Jagung dan Gadung Bertengkar, Dari Dongeng Hingga Menjadi Kenyataan
Posted by Frans Hebi on 28th September 2017
| 6305 views
Frans W. Hebi, Penulis Buku, Wartawan Senior, Budayawan, Narasumber Tetap Acacra Bengkel Bahasa Radio MaxFM [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Dengan nada sombong pada suatu hari Jagung berkata kepada Gadung. “Dengarlah hai Gadung! Seandainya tidak ada beras sayalah yang jadi makanan pokok manusia” Gadung yang waktu itu belum beracun juga tidak mau kalah. “Itu tidak benar. Kalau tidak ada beras sayalah yang menjadi makanan pokok manusia”Tidak ayal lagi. Pertengkaran pun terjadi. Karena sama-sama tidak mau kalah keduanya sepakat untuk mencari keadilan. Mereka mendatangi seorang hakim yang terkenal jujur. Di hadapan hakim mereka menjelaskan permasalahan. Setelah menimbang hakim memberi keputusan.

“Jagung kau benar. Jika tidak ada beras kau menjadi makanan pokok manusia” Gadung mulai gusar sebelum hakim melanjutkan. “Dan kau Gadung, benar juga. Kalau tidak ada beras pasti kau jadi makanan pokok manusia” Lalu hakim menyuruh mereka pulang.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Jagung merasa tidak puas. Di perjalanan mereka bertengkar lagi. Karena jengkel Jagung mengambil sejenis racun dan menyemprotkannya ke mulut Gadung. Gadung juga mencabut pisau dan menusuk tubuh Jagung berulang kali. Itulah sebabnya Gadung mengandung racun sianide yang mematikan kalau tidak direndam lebih dahulu di dalam air yang mengalir selama dua hari. Demikian juga Jagung apabila bijinya dikeluarkan akan nampak ada bopeng atau lubang-lubang kecil pada tongkolnya. Lubang-lubang itu adalah bekas pisau Gadung.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons