Scroll to Top
Tangkal Teror dan Orang Asing di Pulau Salura Aparat Lakukan Sosialisasi
Ditulis oleh maxfm on 25th Agustus 2017
| Dilihat 852 kali
Prasasti Pulau Salura Sebagai Penanda Pulau Terluar Indonesa Berbatasan Dengan Australia [Foto: Ignas Kunda]

MaxFM, Waingapu – Guna menangkal terorisme dan orang asing, aparat gabungan dari TNI Angkatan Laut, Angkatan Darat dan Polri serta Kesbangpol Pemda Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, NTT, melakukan dialog bersama warga di Pulau Salura, pulau yang berbatasan langsung dengan Australia (24/08/2017).

Dalam dialog disampaikan materi upaya penaggulangan terorisme, orang asing dan pemboman ikan oleh Pasi Intel Kodim 1601 Sumba Timur Kapten Sambudi, Komandan Pos AL Waingapu Purwadi, serta Kanit Intel Polres Sumba Timur Wayan Eka Putra, dihadiri sekitar 300 warga setempat, 40 persennya diantaranya para ibu.




Aparat TNI AD diwakili oleh Pasi Intel Kodim Sumba Timur Kapten Sambudi mengatakan, wilayah kabupaten Sumba Timur termasuk aman untuk ancaman teror namun masyarakat harus tetap waspada karena daerah yang aman akan menjadi incaran untuk tempat persembunyian.

“Lokasi yang aman biasanya menjadi tempat pelarian sambil susun satrategi untuk aksi berikut,”kata Sambudi di Pulau Salura.

Salah Satu Sisi Pulau Salura [Foto: Ignas Kunda]

Sementara itu, warga Salura mengeluhkan situasi yang sering terjadi di wilayah Salura, karena walaupun ada orang asing atau terjadi pemboman ikan disekitar, mereka hanya bisa melihat, karena mau melaporkan terkendala signal telepon seluler yang tidak ada, sehingga tidak bisa melaporkan ke aparat di Nggongi maupun ke Waingapu.



Pulau Salura berada di selatan pulau Sumba, pulau ini merupakan satu-satunya pulau terluar Selatannya pulau Sumba yang berpenghuni di dari total 3 pulau di lokasi berdekatan. Selain pulau Salura ada 2 pulau lain yang berdekatan, yakni pulau Manggudu dan pulau Kotak, yang juga menjadi pulau terluar. Untuk mencapai lokasi ini membutuhkan waktu 7 jam, dari Waingapu dengan mobil sampai di pantai Katundu kemudian dilanjutkan menyeberang melalui pantai Katundu dengan perahu selama sejam dan melawan laut pantai selatan yang ganas dengan gelombang laut yang tinggi. [ Ignas Kunda]

Print Friendly, PDF & Email
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someone
Berita lainnya:close