Scroll to Top
Hidu Palai: Sejenis Penyakit yang Tabu dan Misteri di Sumba
Posted by Frans Hebi on 28th Juli 2017
| 5399 views
Frans W. Hebi, Wartawan Senior, Budayawan, Narasumber Tetap Acara Bengkel Bahasa Radio MaxFM [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Dulu saya mengira hanya Sumba Timur yang mengidap penyakit seperti ini. Di Kodi, Sumba Barat Daya memang disebut juga jenis penyakit yang maknanya sama dengan hidu palai, yang menurut bahasa sana disebut hadu tama. Namun tidak pernah saya mendengar orang Kodi meninggal karena diserang pemyakit tersebut.

Menurut seorang bapak dari Kaburu yang tidak mau disebut namanya, seperti halnya di Sumba Timur, pasti di Sumba Barat ada juga penyakit hidu palai. “Coba perhatikan”, katanya. “Kalau ada orang mati mendadak meski tadinya sehat-sehat saja, tidak ada penyakit jantung atau semacam, sangat mungkin orang itu diserang penyakit hidu palai” Penyakit ini, lanjutnya, tidak mengenal usia dan jenis kelamin.




Gejala penyakit hidu palai, pinggang terasa nyeri, kaki tangan kesemutan dan dingin seperti es. Jika penderita dalam posisi berbaring kedua lutut akan bertemu dengan dagu karena urat-urat tertarik. Halnya sama saat penderita dalam posisi duduk. Bersamaan dengan itu penis yang laki-laki perlahan-lahan mengerut dan masuk ke dalam hanya dalam hitungan menit. Jika seluruh penis sudah masuk ke dalam, penderita meninggal dunia terutama kalau tidak ada orang lain yang melihat dan memahami gejala seperti ini dan segera memberikan pertolongan. Biasanya penderita merahasiakan penyakitnya karena dianggap tabu atau lebih tepat karena malu, terutama di Sumba Barat sehingga tidak pernah dikhabarkan seseorang meninggal karena diserang penyakit seperti ini. Di Sumba Timur penyakit ini nampaknya agak terbuka sehingga beberapa orang yang tidak merahasiakan penyakitnya bisa tertolong.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons