Scroll to Top
Buronan Yang Salah Kaprah
Posted by Frans Hebi on 24th Februari 2016
| 2587 views

Kata sa (esa) dalam bahasa Indonesia umumnya telah berubah menjadi awalan se- yang dalam pemakaian ditambah kata bantu bilangan, seperti sebuah, sebatang, selembar, seekor, bahkan orang dalam kata-kata seorang-orang, seorang malaikat. Yang tidak berubah kita temukan pada kata saudara, sanak (sa anak) dan satu. Yang menarik, beberapa dialek Sumba tetap konsisten. Tu, tau, toy hanya dipakai untuk orang, seperti hatu (Soru, Sumba Tengah), hatau (Sumba Timur), hatoy (Kodi Sumba Barat Daya) yang berarti seorang. Kata-kata itu tidak pernah dirangkai dengan makhluk lain atau benda untuk menyatakan billangan.

Menyadari makna kata satu, akan terasa janggal bilamana kita mengatakan satu ekor kuda (di Sumba Timur, hiunanjara, bukan haatunanjara), satu buah rumah, satu pengalaman, satu bahasa. Mendingan kita pakai awalan se- ditambah kata bantu bilangan, ekor, buah, lembar, orang. Tapi bagaimana lagi. Yang penting kita pahami duduk persoalan sehingga tidak menambah salah kaprah dalam bahasa Indonesia.***

Catatan: Penulis alumni IKIP Sanata Dharma FKSS Jurusan Bahasa Indonesia, tahun 1974. Menulis ke berbagai majalah dan surat khabar sejak tahun 1973. Termasuk rubrik Bahasa Kita di Kompas era tahun 80-an. Hingga kini masih menulis, dan sejak 5 tahun lalu mengasuh acara Bengkel Bahasa Radio Max FM Waingapu.

 

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons